Dicari Negarawan Sejati (Be a Statesman) April 10, 2008
Posted by aazen in Artikel, Opini, Remaja, Sekolahan.Tags: dpr, islam, negarawan, pelajar, pemerintahan, pemuda, politik, ppkn, rakyat, Remaja
1 comment so far
bagian pertama/part one
Oleh A. Zen Fatih
(7CG Indonesia – Muslimuda.Org)
Kamu yang muda, jadi negarawan, mengapa tidak. Apalagi dalam kondisi keburaman politik saat ini. Ketika demokrasi dipaksakan kepada umat Islam, yang muncul hanya negarawan-negarawan palsu. Negarawan yang ada hanya bertindak sebagai penjual kekayaan rakyat. Pengurusan rakyat ditempatkan entah di mana, yang diutamakan oleh mereka adalah kepentingan individu dan kepentingan kelompoknya.
Kini, sosok negarawan telah hilang dan dihilangkan pada generasi ummat. Alih-alih menjadi negerawan yang sejati, yang hanya mengabdi kepada Allah, melalui kurikulum pendidikan yang sekular di sekolah, para generasi muda muslim dijejali dengan ide-ide dan hukum buatan manusia yang menyesatkan itu. Demokrasi diajarkan tanpa ada realitas. Nasionalisme dipaksakan menjadi identitas yang sebenarnya malah memecah belah umat manusia berkeping-keping. Kebebasan berfikir, kebebasan bertindak, kebebasan beragama, dan kebebasan kepemilikan diajarkan tanpa ada sedikit pun kritik atas ide-ide rusak tersebut. (lagi…)
I Love You, Oh Rasulullah! April 2, 2008
Posted by aazen in Artikel, Remaja.Tags: Artikel, Cinta, islam, love, pemuda, rasulullah, Remaja
add a comment
12 Rabiul Awal bertepatan pada abad ke tujuh masehi, lahirlah sosok Muhammad. Kelahirannya telah mengubah dunia dari masa jahiliyyah menuju masa terang benderang. Muhammad Saw. bersama para sahabat berjuang dengan segala pengorbanan yang tinggi untuk menunjukki manusia kepada jalan hidayah Allah Swt.
Nabi Muhammad Saw. adalah teladan bagi kita, baik orang tua maupun muda. Dia semestinya menjadi idola bagi setiap insan Muslim. Karena dialah yang telah menyampaikan pesan-pesan dari Allah Swt. berupa aturan-aturan dari-Nya untuk umat manusia.
Sayang dan sangat menyedihkan, saat ini sebagian anak muda Muslim lupa dengan Muhammad, kehidupannya, akhlaknya dan perjuangan serta pengorbanannya. Genre muda muslim saat ini malah menjadikan seleb-seleb yang menipu. Muhammad sudah banyak dilupakan di kalangan anak muda saat ini. Apalagi para sahabat2nya yang menyertai perjuangan beliau, banyak tak kenal. Genre muda kini lebih banyak kenal David Becham atawa Paterpan. Sedih…. (lagi…)
Film Fitna, Kekalahan Intelektual Barat Hadapi Islam Maret 31, 2008
Posted by aazen in Bela Islam, Film, Kritik.Tags: belanda, bible, Film, fitna, injil, protes, terorisme
add a comment
Baru-baru ini, walapun banyak diprotes oleh kaum Muslim di Eropa, dirilis juga Film yang penuh kebencian terhadap Islam. Film asal kafir Belanda itu penuh dengan kebencian, menunjukkan kekalahan intelektual mereka menghadapi geliat muslim baik di dunia maupun di Belanda sendiri.
Gimana komentar kamu?
Film Fitna, dibuat oleh anggota parlemen Belanda. Diawali dengan al-Quran, terus di susul karikatur Nabi, bersorban bom dengan detik waktunya… lalu diselingi ayat Quran, serta pemboman WTC…
Film ini oleh pembuatnya ingin menggambarkan bahwa al-Quran sebagai buku fasis dan mengajarkan teroris, satu tuduhan yang penuh kebencian. Di akhir film terdengan robekan kertas… yang menunjukkan al-Quran dirobek….
Sahabat… al-Quranmu, dihinakan…. dihinakan…. dihinakan…. tapi mengapa kamu malah diam seribu bahasa…..???? (lagi…)
Andai Saja Rianti Seperti Aisha pada Ayat-ayat Cinta Maret 31, 2008
Posted by aazen in Film, Kritik, Remaja.Tags: AAC, Ayat-ayat Cinta, Cinta, Fahri, Rianti
add a comment
Oleh: Aa Zen (7CG Indonesia – Muslimuda.Org)
“Katakan kamu akan menikahinya…,” kata Aisha pada suaminya Fahri.
“Jodoh itu rahasia Allah, Fahri. Ada diri Muslimah dalam Maria. Ia butuh kamu,” lanjut Aisha meyakinkan suaminya untuk menikahi Maria.
Sungguh mulia karakter Aisha dalam Novel Ayat-ayat Cinta. Aisha seorang Muslimah keturuanan Jerman itu dengan jilbabnya yang anggun menggetarkan siapa saja yang mengenalinya. Jilbabnya menutupi keindahan tubuhnya, anggun dan cantik, terutama jiwanya. Karakter Aisha pada AAC yang diperankan oleh Rianti Carwright ini sangat menggugah. Aisha merupakan istri bagi sosok Fahri yang diperankan Fedi Nuril.
Film AAC Meledak, Hipnotis Para Penonton
Sudah bukan rahasia umum lagi, Film AAC telah menuai sukses. Ini tak diduga sebelumnya, seperti diakui Hanung Bramantyo yang menjadi sutradara film ini. Lebih dari 3,2 juta tercatat menonton film AAC ini, melebihi film dari Holywood, Spiderman 3 yang hanya 2 jutaan saja. Boomingnya film AAC ini paling tidak menunjukkan kekuatan Film religius bila dikemas dengan apik dan cerita yang menarik dapat menarik siapa pun untuk ikut menontonnya.
Ada beberapa pertanyaan terkait meledaknya film AAC. Apa sebenarnya yang membuat film AAC itu meledak? Apakah karena AAC menjual adegan-adegan vulgar? Tidak, tidak ada adegan hina itu di sana. Tidak seperti pada film biasanya seperti halnya film holywood yang produk kafir itu yang selalu menjual kehinaan tersebut. Yang ada di AAC malah ungkapan-ungkapan bahasa Arab sering menghiasi setiap percakapan diantara para pemainnya. Walaupun diakui, film AAC tidak 100% islami. (lagi…)
Blokir Situs Porno, Waspadai Kurikulum TIK Sekolah! Maret 24, 2008
Posted by aazen in Kritik, Opini, Sekolahan.Tags: internet, KKPI, kurikulum, situs, TIK
10 comments
Dampak negatif internet tanpa ada kontrol pemerintah sangat besar…. Bukti telah menunjukkan kejahatan seksual dan kemaksiyatan masyarakat semakin menjadi-jadi dan nampak secara terbuka tanpa batas. Pengadaan kurikulum TIK atau KKPI di sekolah-sekolah, yg juga menekankan dunia internet, telah menggiring anak-anak muda ingin tahu apa yg terdapat di internet. Saya melihat, jika pemerintah tetap membiarkan hal ini… maka sangat jelas, ada konspirasi Kurikulum TIK dengan perusakkan moral generasi muda, khususnya di generasi muda di negeri ini yang mayoritas Muslim.
Betapa tidak, kelas 3 SMP, kurikulum TIK mengajarkan dan memperkenalkan internet. Ada apa kepentingan di balik ini semua? Mengapa tidak ke keahlian yang lain, desain grafis misalnya, atau programing, dll. Malah anak-anak seumuran belia itu diajarkan dan dikenalkan dunia internet. Ada kepentingan kapitalis di dalam kurikulum ini. Mempromosikan ISP, salah satunya dan juga menggiring anak-anak untuk berinternet, ke warnet akhirnya ketagihan, dsb. (lagi…)
Salam Semua! Maret 24, 2008
Posted by aazen in Remaja.add a comment
Salam, selamat datang di Zen’s Blog, catatan ringan untuk membuka pikiran kita