Andai Saja Rianti Seperti Aisha pada Ayat-ayat Cinta Maret 31, 2008
Posted by aazen in Film, Kritik, Remaja.Tags: AAC, Ayat-ayat Cinta, Cinta, Fahri, Rianti
trackback
Oleh: Aa Zen (7CG Indonesia – Muslimuda.Org)
“Katakan kamu akan menikahinya…,” kata Aisha pada suaminya Fahri.
“Jodoh itu rahasia Allah, Fahri. Ada diri Muslimah dalam Maria. Ia butuh kamu,” lanjut Aisha meyakinkan suaminya untuk menikahi Maria.
Sungguh mulia karakter Aisha dalam Novel Ayat-ayat Cinta. Aisha seorang Muslimah keturuanan Jerman itu dengan jilbabnya yang anggun menggetarkan siapa saja yang mengenalinya. Jilbabnya menutupi keindahan tubuhnya, anggun dan cantik, terutama jiwanya. Karakter Aisha pada AAC yang diperankan oleh Rianti Carwright ini sangat menggugah. Aisha merupakan istri bagi sosok Fahri yang diperankan Fedi Nuril.
Film AAC Meledak, Hipnotis Para Penonton
Sudah bukan rahasia umum lagi, Film AAC telah menuai sukses. Ini tak diduga sebelumnya, seperti diakui Hanung Bramantyo yang menjadi sutradara film ini. Lebih dari 3,2 juta tercatat menonton film AAC ini, melebihi film dari Holywood, Spiderman 3 yang hanya 2 jutaan saja. Boomingnya film AAC ini paling tidak menunjukkan kekuatan Film religius bila dikemas dengan apik dan cerita yang menarik dapat menarik siapa pun untuk ikut menontonnya.
Ada beberapa pertanyaan terkait meledaknya film AAC. Apa sebenarnya yang membuat film AAC itu meledak? Apakah karena AAC menjual adegan-adegan vulgar? Tidak, tidak ada adegan hina itu di sana. Tidak seperti pada film biasanya seperti halnya film holywood yang produk kafir itu yang selalu menjual kehinaan tersebut. Yang ada di AAC malah ungkapan-ungkapan bahasa Arab sering menghiasi setiap percakapan diantara para pemainnya. Walaupun diakui, film AAC tidak 100% islami.
Meledaknya film AAC ini juga bukan karena ketenaran aktor, aktris bahkan sutradaranya. Bukan, bukan karena itu semua yang menyedot orang untuk menontonnya. Namun yang membuat orang ingin menonton atau mengetahui cerita AAC ini karena ada kekuatan “cinta” pada Novel Ayat-ayat Cinta karya kang Abik, panggilan akrab Habiburrahman el-Shirazy, penulis novel tersebut.
Berkah AAC untuk Semua
Banyak yang memberikan apresiasi terhadap film ini. “Sungguh luar biasa!” kata SBY saat nonton bareng AAC pada Jumat malam (29/03). Jarang-jarang terjadi sebelumnya, film ini sampai ditonton oleh para pejabat tinggi hingga oleh orang nomor wahid di negeri ini.
Di balik kesuksesan Film AAC yang diangkat dari Novel karya Habiburrahman el-Shirazy ini, telah menggiring siapa pun yang terlibat dalam film ini ikut menuai ‘berkah’. Mulai dari Hanung Bramantyo, Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carissa Putri, hingga Rossa yang melantunkan OST AAC ikut “kecipratan” sukses. Rossa, yang ikut menyanyikan AAC sontak kaget, lagunya ikut dilantunkan oleh siapa saja saat manggung.
Kita berdoa, semoga mereka mendapatkan berkah yang sebenarnya, yaitu kebaikan dari Allah Swt. di dunia maupun di akhirat, bukan sekedar keuntungan kekayaan dan ketenaran, karena hal itu sesusungguhnya neraka dunia bila tanpa diiringi keridhoan dari-Nya.
Kecewa pada Film AAC
Namun di balik isapan jempol ini, jutaan dari para penggemar Novel AAC merasa kecewa atas film AAC ini. Pasalnya seperti diakui oleh penulis Novelnya, film AAC ini tidak sepenuhnya mencerminkan isi Novel tersebut.
“Saya sangat kecewa nonton film AAC. Ternyata banyak yang tdk sesuai dgn Novelnya”, kata salah seorang anggota komunitas 7CG-Indonesia saat mengomentari film AAC.
Memang sih, film AAC tak seutuhnya mencerminkan Novel karya kang Abik ini. Sosok Fahri di Novel yang sebagian bilang, begitu “perfect”, tidak ditemukan di film tersebut. Fahri merupakan tokoh utama dalam Novel ini. Sentuhan nilai-nila Islam, baik dari sikap maupun pola pikirnya menghiasi setiap sisi hidupnya. Baca qurannya fasih, hafalan qurannya pun lumayan. Namun, tak tergambarkan di film ini.
Demikian juga, adanya kehidupan “poligami”, menyaturumahkan Aisha dan Maria, agak terlalu berlebihan. Sesungguhnya itu tidak ada di Novel aslinya. Termasuk, di dalamnya beberapa ungkapan rancu di awal film, seperti kesan orang asing sebagai ahlu zhimmah, dsb.
Namun, masih terdapatnya kekurangan hingga mengecewakan sebagian penggemar Novel AAC, paling tidak meledaknya film AAC ini dapat menunjukkan bahwa ummat ini merindukan film-film yang beda, film-film yang mendidik, dan juga penuh sentuhan religi yang tinggi.
Setitik Harapan Untuk Rianti dan Semua Awak Film AAC
Sangat disayangkan pula para awak pemain AAC tidak sepenuhnya mencerminkan seperti apa yang ada di film AAC. Sebut saja, sosok Rianti yang memerankan Aisha. Harapan kita semua, Rianti benar-benar seperti sosok Aisha dengan jilbabnya yang anggun diselimuti cadar menutupi wajahnya. Islam menjadi jiwa dalam kehidupannya, mencerminkan kecantikan diri dan juga kecantikan jiwa karena Islam. Tapi tidak dalam kenyataan yang sesungguhnya, Rianti masih membuka aurat dan melepas jilbabnya Aisha. Demikian juga, kita sangat menyayangkan penampilan Rossa yang sering manggung untuk melantunkan OST AAC. Rossa, artis kelahiran Sumedang ini pun tak seperti yang dikandung dalam lagu karya Mesley Goeslaw ini.
Andai saja Rianti seperti Aisha, sungguh kehidupan Rianti akan benar-benar beruntung, bahagia dan penuh keridhoan dari Allah, Pencipta Alam Raya ini. Itulah barokah yang sesunguhnya. Ya, untuk apa lagi sih hidup ini bila tidak ada ridho dari Sang Pencipta, yang telah memberikan kenikmatan tiada tara. Bila tidak demikian, maka celaka saja yang akan menimpa. Siapa pun, baik sosok Rianti atau Sosok Fedi Nuril, Carissa, Hanung hingga Rossa. Bisakah mereka semua seperti itu, seperti sosok Aisha atau Fahri? Tidak ada yang tidak mungkin, ketika kita memiliki tekad untuk berubah. Apalagi bila mereka benar-benar menyadari akan keberadaan mereka hidup di dunia. Bahwa ada Allah yang telah menciptakan mereka, hidupnya hanya untuk-Nya dan kembali hanya kepada-Nya. Setelah kehidupan di dunia ini selesai, semua pasti ada pertanggungjawabannya. Bukankah Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada dirinya.” (TQS. Ar-Raad: 11). [zn@muslimuda...]
Sumber: MUSLIMUDA.ORG
Komentar»
No comments yet — be the first.