Dicari Negarawan Sejati (Be a Statesman) April 10, 2008
Posted by aazen in Artikel, Opini, Remaja, Sekolahan.Tags: dpr, islam, negarawan, pelajar, pemerintahan, pemuda, politik, ppkn, rakyat, Remaja
1 comment so far
bagian pertama/part one
Oleh A. Zen Fatih
(7CG Indonesia – Muslimuda.Org)
Kamu yang muda, jadi negarawan, mengapa tidak. Apalagi dalam kondisi keburaman politik saat ini. Ketika demokrasi dipaksakan kepada umat Islam, yang muncul hanya negarawan-negarawan palsu. Negarawan yang ada hanya bertindak sebagai penjual kekayaan rakyat. Pengurusan rakyat ditempatkan entah di mana, yang diutamakan oleh mereka adalah kepentingan individu dan kepentingan kelompoknya.
Kini, sosok negarawan telah hilang dan dihilangkan pada generasi ummat. Alih-alih menjadi negerawan yang sejati, yang hanya mengabdi kepada Allah, melalui kurikulum pendidikan yang sekular di sekolah, para generasi muda muslim dijejali dengan ide-ide dan hukum buatan manusia yang menyesatkan itu. Demokrasi diajarkan tanpa ada realitas. Nasionalisme dipaksakan menjadi identitas yang sebenarnya malah memecah belah umat manusia berkeping-keping. Kebebasan berfikir, kebebasan bertindak, kebebasan beragama, dan kebebasan kepemilikan diajarkan tanpa ada sedikit pun kritik atas ide-ide rusak tersebut. (lagi…)
Blokir Situs Porno, Waspadai Kurikulum TIK Sekolah! Maret 24, 2008
Posted by aazen in Kritik, Opini, Sekolahan.Tags: internet, KKPI, kurikulum, situs, TIK
10 comments
Dampak negatif internet tanpa ada kontrol pemerintah sangat besar…. Bukti telah menunjukkan kejahatan seksual dan kemaksiyatan masyarakat semakin menjadi-jadi dan nampak secara terbuka tanpa batas. Pengadaan kurikulum TIK atau KKPI di sekolah-sekolah, yg juga menekankan dunia internet, telah menggiring anak-anak muda ingin tahu apa yg terdapat di internet. Saya melihat, jika pemerintah tetap membiarkan hal ini… maka sangat jelas, ada konspirasi Kurikulum TIK dengan perusakkan moral generasi muda, khususnya di generasi muda di negeri ini yang mayoritas Muslim.
Betapa tidak, kelas 3 SMP, kurikulum TIK mengajarkan dan memperkenalkan internet. Ada apa kepentingan di balik ini semua? Mengapa tidak ke keahlian yang lain, desain grafis misalnya, atau programing, dll. Malah anak-anak seumuran belia itu diajarkan dan dikenalkan dunia internet. Ada kepentingan kapitalis di dalam kurikulum ini. Mempromosikan ISP, salah satunya dan juga menggiring anak-anak untuk berinternet, ke warnet akhirnya ketagihan, dsb. (lagi…)