I Love You, Oh Rasulullah! April 2, 2008
Posted by aazen in Artikel, Remaja.Tags: Artikel, Cinta, islam, love, pemuda, rasulullah, Remaja
add a comment
12 Rabiul Awal bertepatan pada abad ke tujuh masehi, lahirlah sosok Muhammad. Kelahirannya telah mengubah dunia dari masa jahiliyyah menuju masa terang benderang. Muhammad Saw. bersama para sahabat berjuang dengan segala pengorbanan yang tinggi untuk menunjukki manusia kepada jalan hidayah Allah Swt.
Nabi Muhammad Saw. adalah teladan bagi kita, baik orang tua maupun muda. Dia semestinya menjadi idola bagi setiap insan Muslim. Karena dialah yang telah menyampaikan pesan-pesan dari Allah Swt. berupa aturan-aturan dari-Nya untuk umat manusia.
Sayang dan sangat menyedihkan, saat ini sebagian anak muda Muslim lupa dengan Muhammad, kehidupannya, akhlaknya dan perjuangan serta pengorbanannya. Genre muda muslim saat ini malah menjadikan seleb-seleb yang menipu. Muhammad sudah banyak dilupakan di kalangan anak muda saat ini. Apalagi para sahabat2nya yang menyertai perjuangan beliau, banyak tak kenal. Genre muda kini lebih banyak kenal David Becham atawa Paterpan. Sedih…. (lagi…)
Andai Saja Rianti Seperti Aisha pada Ayat-ayat Cinta Maret 31, 2008
Posted by aazen in Film, Kritik, Remaja.Tags: AAC, Ayat-ayat Cinta, Cinta, Fahri, Rianti
add a comment
Oleh: Aa Zen (7CG Indonesia – Muslimuda.Org)
“Katakan kamu akan menikahinya…,” kata Aisha pada suaminya Fahri.
“Jodoh itu rahasia Allah, Fahri. Ada diri Muslimah dalam Maria. Ia butuh kamu,” lanjut Aisha meyakinkan suaminya untuk menikahi Maria.
Sungguh mulia karakter Aisha dalam Novel Ayat-ayat Cinta. Aisha seorang Muslimah keturuanan Jerman itu dengan jilbabnya yang anggun menggetarkan siapa saja yang mengenalinya. Jilbabnya menutupi keindahan tubuhnya, anggun dan cantik, terutama jiwanya. Karakter Aisha pada AAC yang diperankan oleh Rianti Carwright ini sangat menggugah. Aisha merupakan istri bagi sosok Fahri yang diperankan Fedi Nuril.
Film AAC Meledak, Hipnotis Para Penonton
Sudah bukan rahasia umum lagi, Film AAC telah menuai sukses. Ini tak diduga sebelumnya, seperti diakui Hanung Bramantyo yang menjadi sutradara film ini. Lebih dari 3,2 juta tercatat menonton film AAC ini, melebihi film dari Holywood, Spiderman 3 yang hanya 2 jutaan saja. Boomingnya film AAC ini paling tidak menunjukkan kekuatan Film religius bila dikemas dengan apik dan cerita yang menarik dapat menarik siapa pun untuk ikut menontonnya.
Ada beberapa pertanyaan terkait meledaknya film AAC. Apa sebenarnya yang membuat film AAC itu meledak? Apakah karena AAC menjual adegan-adegan vulgar? Tidak, tidak ada adegan hina itu di sana. Tidak seperti pada film biasanya seperti halnya film holywood yang produk kafir itu yang selalu menjual kehinaan tersebut. Yang ada di AAC malah ungkapan-ungkapan bahasa Arab sering menghiasi setiap percakapan diantara para pemainnya. Walaupun diakui, film AAC tidak 100% islami. (lagi…)